Ramalan Politik 2008

Januari 6, 2008 at 6:27 am (Uncategorized)

Ramalan Politik 2008

Pekan ini saya dua kali ditanggap jadi dukun peramal politik 2008. Saya bilang suhu politik kayak orang demam karena, pertama, faktor harga minyak dunia.

Itulah hebatnya negara ini: kaya energi, tetapi harga minyak tanah dan BBM naik melulu. Itulah hebatnya negara ini: Adenan Lis kabur, tetapi jadi tuan rumah KTT antihutan gundul.

Faktor kedua, perjuangan sengit calon-calon indie boleh ikut Pemilu-Pilpres 2009. Ingat, makin banyak tokoh daur ulang yang bertualang dari orde ke orde yang ingin adu nasib.

Mereka dibantu para “pendekar” demokrasi yang akan membentuk GIM (Gerakan Indonesia Merdeka). Ingat, GIM terinspirasi GJM (Gerakan Jakarta Merdeka), GJM terinspirasi GAM, dan GAM terinspirasi orang-orang bulé.

Faktor ketiga, ketidakpastian persiapan pemilu-pilpres. Jumlah anggarannya saja sudah naik-turun, apalagi jumlah formulir, kotak, dan paku penusuknya.

Dan faktor keempat, ketegangan penyelenggaraan lebih dari 100 pilkada 2008-2009. Jika “kadal-kadal” kebanyakan menenggak “pil koplo”, akibatnya tanggung sendiri.

Jangan takut, demam 2008 tak membuat negara ini kejang-kejang. Kerusuhan tak terjadi jika rakyat dihibur happening arts ala demonstrasi reog Ponorogo di depan Kedubes Malaysia tempo hari.

Masalah terbesar 2008 degradasi perilaku politik the ruling elite. Ibarat sepak bola, perilaku mereka seperti bekas pemain nasional yang kena degradasi jadi pemain “tarkam” (antarkampung) yang honornya murah.

Degradasi terjadi karena absennya kepemimpinan (in the absence of leadership). Memang hari-hari ini banyak pejabat yang absen di kantor karena berbondong-bondong ke Bali.

Degradasi terlihat, misalnya, dari proses pemilihan pimpinan KPK di DPR. Maka perang terhadap korupsi tetap akan tebang pilih, pilih kasih, dan “kasih tahu saya dulu dong”.

Padahal, perang terhadap korupsi mesti segalak perang terhadap terorisme. Tirulah Presiden AS George W Bush pemimpin yang ogah disebut indecisive coward dan bangga karena tegas walau pandir.

Degradasi meluaskan apatisme yang terlihat dari peningkatan jumlah golput di pilgub DKI. Rakyat punya cara untuk melawan, seperti kata lirik lagu Apatis, yakni “roda-roda terus berputar, tanda masih ada hidup”.

Bukan mustahil jumlah golput Pemilu-Pilpres 2009 lebih besar dari angka maksimal sekitar 23 persen tahun 2004. Kalau saya maunya yang milih 23 persen.

Apatisme menyebabkan deligitimasi jajaran eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Eksekutifnya lebih pasif, legislatifnya tetap non-aktif, dan yudikatifnya masih saja kayak cerita fiktif.

Deligitimasi biasanya diikuti political decay. Makanan basi menyebarkan bau busuk dan mengundang kedatangan lalat-lalat hijau.

Namun, deligitimasi tak menyadarkan elite agar tobat. Mereka justru makin hilang rasa percaya diri seperti penyanyi demam panggung bersuara sumbang.

Akibatnya, rakyat melempari dia dengan botol dan minta kembali uang tiket. Mereka mengira yang manggung Beyoncé, eh yang nongol penyanyi dangdut tingkat kelurahan.

Akibat lanjutannya wibawa dan kewenangan pemerintah tergerogoti. Itulah kalau keseringan menggerogoti hak milik rakyat.

Para anggota DPR sibuk dengan fit and proper test yang penuh tanda tanya. Jangan-jangan tes kayak gitu sudah tidak sehat (unfit) dan tidak pantas (improper) dilakukan lagi.

Para pejabat yudikatif pun dianggap idem ditto. Jika pemeriksaan korupsi diperintahkan koruptor kepada aparat yang ditengarai pernah korupsi, ya mau apa?

Degradasi itulah yang menyebabkan politik makin kering, hampa ideologi, dan membuat politik tak mengasyikkan. Jika tenggorokan kering, perut hampa makanan, hidup enggak asyik lagi.

Satu-satunya hiburan, ya, seringlah tertawa. Sejatinya humor lebih benar daripada fakta.

Memercayakan kekuasaan kepada eksekutif/legislatif/yudikatif tak ubahnya menyerahkan tiga botol bir dan kunci mobil kepada anak yang belum punya SIM. Ya, wajar ia menabrak tiang listrik.

Mungkin rakyat “salah” karena paham seluk-beluk politik. Mereka yang berkuasa “benar” karena tak paham tujuan politik itu mulia.

Saya suka iba jika ada teman yang tertarik jadi anggota DPR. “Apa enggak ada kerjaan lain?” tanya saya.

Pepatah mengatakan jangan lekas percaya kepada dua hal di dunia ini: nasib dan pemerintah. Mereka sering sama-sama apes.

Saya suka bingung melihat pejabat dan anggota DPR yang hafal pasal-pasal UUD 1945, terutama yang ada kata “adil” dan “makmur”. Ah, lebih baik menghafal manual mobil karena banjir mengancam Jakarta.

Mereka jago berbicara hidup akan sejahtera, generasi muda akan pintar, dan rusun akan banyak. Kenyataannya rumah mereka lebih mewah, iuran sekolah naik terus, dan rakyat merasa lebih pandir.

Coba sesekali eksperimen gonta-ganti saluran TV: interupsi Sidang Paripurna DPR, pidato pejabat, penyidikan korupsi di KPK, dan adegan sinetron. Matikan suara TV dan Anda pasti langsung membatin… lho, kok sama ya?

Tidaklah susah meramalkan kondisi politik 2008. Ia penuh drama, tontonan yang murah tapi meriah, dan tak memberikan manfaat apa-apa.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sipat Jalma

Januari 6, 2008 at 6:26 am (RAMALAN)

Sipat jalma dumasar kana rupa-rupa hitutna

Jalma jujur
Jalma nu daek ngaku mun geus hitut

Jalma teu Jujur
Jalma nu hitut tuluy nyalahkeun batur

Jalma belegug
Jalma nu nahan hitut mangjam-jam lilana

Jalma nu berwawasan
Jalma nu apal iraha kuduna hitut

Jalma nu Misterius
Jalma nu hitut tapi batur euweuh nu nyahoeun

Jalma nu sok gugup
Jalma nu ujug-ujug nahan hitut mun keur hitut

Jalma nu Percaya Diri
Jalma nu yakin yen hitutna seungit

Jalma nu Sadis
Jalma nu hitut bari dibekep ku leungeun tuluy dibekepkeun ka irung batur

Jalma nu Isinan
Jalma nu hitutna teu disada tapi ngarasa isin sorangan

Jalma nu Strategic
Lamun hitut sok bari seuri ngagak-gak meh nutupan sora hitutna

Jalma nu Bodo
Lamun geus hitut tuluy narik napas keur ngagantian hitutna nu kaluar

Jalma nu Pedit
Lamun hitut dikaluarkeun saeutik-saeutik nepi ka disada tit..tit..tit…

Jalma nu Sombong
Jalma nu sok ngambeuan hitutna sorangan

Jalma nu ramah
Jalma nu sok resep ngambeuan hitut batur

Jalma nu tara gaul
Mun hitut sok bari nyumput

Jalma nu Sakti
Mun hitut bari make tanaga dalem

Jalma nu pinter
Jalma nu bisa nyirian hitut batur

Jalma nu sial
Mun hitut kaluar jeung bukur-bukurna

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Januari 6, 2008 at 5:00 am (Uncategorized)

dikunjungi
web page stats

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Bush = Predator

Januari 6, 2008 at 4:59 am (Amin Rais)

Bush = Nekat = Predator

Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Tampaknya seorang penguasa, atau lebih pantas disebut kaisar tipe abad tengah, seperti Presiden Bush, sulit sekali membuka telinga untuk mendengar seruan kebenaran. Dulu alasan utama untuk menyerang Irak tahun 2003 adalah karena katanya Saddam Hussein menyimpan senjata pemusnah massal, tetapi ternyata tuduhan itu hanyalah sebuah isapan jempol.

Kemudian setelah Irak hancur, mata pedangnya diarahkan kepada Iran karena negara ini dituduh sedang mengembangkan persenjataan nuklir. Dr Muhammad Al Baradei, direktur jenderal IAEA sudah berkali-kali mengatakan bahwa pengembangan nuklir Iran semata-mata bertujuan damai, sama sekali tidak punya dimensi persenjataan atau militer. Tetapi, telinga Bush dan pendukungnya kelompok neo-konservatif Amerika tetap saja tertutup. Ambisi untuk menyerang Iran terus saja diagendakan, sementara Israel yang sudah lama punya senjata nuklir dibela sampai ke ujung langit. Tidak peduli apa kata dunia, pokoknya Israel tidak boleh diganggu. Semetara itu, negara-negara Arab karena virus perpecahan yang terus menggerogoti mereka telah lama lumpuh menghadapi agresi Israel dengan dukungan penuh Amerika. Kemerdekaan Palestina yang dulu pernah dikatakan Bush akan terjadi tahun 2005, semakin tidak jelas saja. Ironisnya lagi, perseteruan Hammas dan Fatah sebagai wabah internal Palestina telah semakin melemahkan posisi bangsa yang menderita ini dalam upaya mendapatkan kemerdekaannya. Bahwa Iran ingin menjadi yang dipertuan di kawasan Asia Barat, memang tidak dapat disangkal. Inilah sebenarnya yang dicemaskan Amerika karena akan sangat mengganggu dominasi imperialistiknya di bumi yang kaya minyak ini. Sebab itu harus dicari segala akal agar Iran tidak tampil sebagai negara terkuat di wilayah ini. Dalam pada itu, untuk menghadapi Iran, negara-negara Arab tertentu sesungguhnya lebih memercayai Amerika sebagai pelindung.

Dengan demikian pertanyaan tentang di mana peran dan posisi Alquran di kalangan negara-negara Muslim itu menjadi tidak relevan. Baik negara-negara Arab maupun Iran telah berabad-abad memiliki tafsiran sendiri terhadap Kitab Suci ini dengan akar teo-politik yang sulit didamaikan. Pertanyaan itu baru relevan jika semuanya mau membebaskan diri dari subjektivisme historis dan kepentingan duniawi. Tetapi, siapa yang mau memulai terobosan strategis itu? Di sinilah terletaknya masalah pelik itu. Kembali ke isu nuklir Iran. Hari-hari ini Bush tengah menghadapi tantangan yang sangat serius, justru datang dari Badan Pertimbangan Intelijen Nasional Amerika (NEI) sendiri, bukan lagi dari IAEA yang dipimpin Al Baradei itu, seorang Muslim asal Mesir. NEI dalam laporannya setebal 100 halaman baru saja membeberkan bahwa Iran telah menghentikan program senjata nuklirnya sejak tahun 2003. Dengan fakta ini habislah alasan untuk menyudutkan Iran dengan segala macam sanksi PBB hasil rekayasa Amerika. Tetapi, untuk kepentingan neo-imperialismenya, Amerika pasti akan tetap nekat sampai Iran hancur pula. Maka, julukan yang dipasangkan penulis Perancis Emmanuel Todd terhadap Amerika sekarang sebagai predator, bukan lagi protektor (pelindung), sangat beralasan dan tepat sekali. Dalam kaitannya dengan Amerika sekarang, watak predator itu tampak dalam nafsu untuk memangsa siapa atau apa saja yang dipandang sebagai perintang bagi terwujudnya sebuah ambisi besar mengangkangi dunia. Sebuah ambisi utopis yang sudah sangat kesiangan, tetapi Bush tetap saja nekat untuk memburunya. Inilah sumber malapetaka global itu. Quo vadis Amerika?

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Berjuang Membangun Umat dan Bangsa

Januari 6, 2008 at 4:57 am (Amin Rais)

Berjuang Membangun Umat dan Bangsa

M. Amien Rais

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Takbir, Tasbih, Tahmid dan Tahlil Hamdalah

Saudara-saudara kaum Muslimin dan muslimat yang berbahagia. Mariiah kita bersama bersyukur pada Allah Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan barokah Nya pada kita semua. Juga marilah kita senantiasa bertaqwa pada Allah dengan selalu memperteguh iman kita, memperbanyak amal shalih kita dan meningkatkan ihsan kita.

Sebagai umat dan bangsa, kita perlu menangkap ajaran Islam untuk memulihkan semangat dan kesanggupan berkurban kita. Mengorbankan sesuatu dengan ikhlas untuk kebaikan bersama kadangkala terasa berat. Akan tetapi sejatinya, kehidupan tanpa pengorbanan adalah kehidupan yang kosong dan hampa.

Sedangkan hidup yang disertai dengan pengurbanan untuk kebaikan bersama, hakekatnya justru menjadikan hidup lebih bersemangat, bergairah dan penuh vitalitas. Malah al-Qur’an sendiri mengajari kita supaya memilih jalan yang mendaki, jalan yang menuntut pengurbanan. Namun di ujung jalan yang mendaki itu terbentang kebahagiaan dunia dan akherat

Allah berfirman :

Kami telah menunjukkan kepada manusia dua jalan. Maka pilihlah jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu, apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? Melepaskan sahaya dari perbudakan. Atau memberi makan tatkala terjadi masa kelaparan. Kepada anak yatim yang masih menjadi kerabat. Atau orang miskin yang sangat papa. (al-Qur’an: AI-Salad 10-16)

Allahu Akbar walillahil hamd.

Saudara-saudaraku, memang pada jaman kita tidak ada lagi lembaga perbudakan. Namun sebagian rakyat kita yang termasuk lowest class atau under class masih berjumlah puluhan juta. Sekarang ini rakyat kita yang kehidupannya sehari dibawah 1 dolar masih berjumlah sekitar 38 juta. Sedangkan yang hidup dibawah 2 dolar sehari lebih dari 100 juta. Sementara TKl/TKW kita yang bekerja di manca negara seringkali diperlakukan seperti hamba sahaya.

Potret bangsa kita sampai kini masih buram, belum menampakkan sinar terang yang menjanjikan. Tatkala negara-negara di kawasan lain sudah menapak ke tahapan sejahtera dan mantap secara sosial, politik dan ekonomi, Indonesia masih terhuyung-huyung mencoba berdiri dan berjalan dengan langkah gontai memasuki masa depan.

Di kawasan ASEAN saja, negara kita kini termasuk yang paling sengsara, dilihat dari human development index dan educational index. Pencapaian IImu pengetahuan dan teknologi, kemajuan ekonomi, stabilitas sosial, dan kemampuan hankam kita kini jauh tertinggal di belakang, bahkan dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Untung masih ada Myanmar dan Timor Leste yang masih menemani Indonesia dalam keterbelakangan multi­dimensional.

Allahu Akbar 3x walilllahil hamd.

Apa sesungguhnya yang hilang dalam hidup dan kehidupan kita? Dari sudut pandang al-Qur’an, kazanah kehidupan yang hilang itu adalah semangat dan kesanggupan berkurban kita. Ternyata untuk menggapai surga jannatun­naiem diperlukan ketahanan mental, semangat kuat dan kesanggupan berkurban untuk membangun masa depan yang lebih cerah dan cemerlang.

Allah berfirman: ” Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan ( dengan bermacam-macam cobaan ) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya : “Bilakah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, pertolongan Allah itu amat dekat (al-Qur’an: al-Baqarah 214 )

Juga firman Nya: ” Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad/berjuang dl antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (al-Qur’an: ‘Ali Imran 142)

Saudara-saudaraku yang berbahagia:

Seandainya pemerintah kita dan segenap anak bangsa berjuang dan berkorban dalam arti luas secara bersama-sama, niscaya masalah-masalah besar kita akan dapat kita tanggulangi, tahap demi tahap. Allah tidak akan membebani kita, kecuali sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Yang penting mari kita berikan dan kita korbankan apa yang kita miliki untuk kebaikan bersama. Paling tidak di lingkungan yang paling kecil, di RT/RW kita, di tempat kerja kita, dimana pun kita berada, kita infakkan sebagian rejeki kita untuk kebaikan dan perbaikan kehidupan kita bersama.

Akhirnya kita do’akan semoga para hujjaj yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji mendapat haji yang mabrur dan maqbul. Mereka insya Allah menjadi hamba-hamba Allah yang betambah-tambah pengabdiannya untuk masyarakat, bangsa dan negara demi mencapai ridla Allah SWT.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Oh Lapindo

Januari 6, 2008 at 4:56 am (do'a)

Oh Lapindo
Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Negeri ini adalah sebuah negeri yang sulit dipahami, negeri yang sarat dengan teka-teki. Antara kata dan laku semakin berjarak jauh. Saya sampai pada kesimpulan yang ekstrem, apa boleh buat. Bunyinya: sejak proklamasi tidak ada satu pemerintah pun yang prorakyat, kecuali dalam retorika. Akibatnya berjibun.

Contoh yang keras pun saban hari diberitakan. Anak SD yang gantung diri karena tak mampu bayar SPP dalam jumlah kecil sekalipun, karena dililit kemiskinan. Kekerasan dalam rumah tangga, pelacuran, kriminal yang semakin marak, dan 1001 kasus lain, penyebab utamanya adalah kemiskinan. Tentu pasti ada sebab-sebab lain, tetapi tidak signifikan. Sejak bangsa ini merdeka, semua kepala negara/kepala pemerintahan beragama Islam. Tetapi, hampir tidak ada korelasi signifikan antara agama yang dianut yang sangat proorang miskin dengan upaya untuk mengusir kemiskinan.

Lembaga zakat, infak, sedekah, dan lain-lain tidak lebih dari riak-riak kecil yang tidak mungkin menjadi gelombang besar untuk menghalau kemiskinan sampai batas-batas yang jauh. Sementara itu, kekayaan bumi nusantara sudah semakin terkuras oleh kerakusan yang tidak mengenal batas. Hutan sudah sekitar dua per tiga hancur, namun kongkalingkong antara aparat dan pengrusak tetap saja menggurita. Begitu juga mental sebagian pengusaha adalah mental garong. Hati nurani dibiarkan tiarap, kepekaan batin sirna entah ke mana.

Sudah lebih setahun, kita dihadapkan pada bencana Lapindo yang tak kunjung selesai, sementara penderitaan korbannya sudah sampai di batas toleransi. Pemerintah Jatim dan organisasi kemasyarakatan seperti tidak punya nyali untuk turut mencarikan jalan ke luar dari bencana ini. Ada seniman yang jual tampang ke sana, tetapi hanya untuk menambah heboh. Penderitaan tidak semakin berkurang. Presiden pun pernah datang ke lokasi, tetapi hasilnya sami mawon. Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk bencana Lapindo ini? Perusahaan, pemerintah, atau tidak seorang pun?

Ada seorang pakar domestik mengatakan bahwa lumpur Lapindo dapat disumbat dengan biaya 50 juta dolar AS, tetapi responsnya hanyalah keheningan. Lalu masalah ganti rugi. Pengungsi di Pasar Baru Porong sudah lama minta ganti rugi sebesar Rp 250 miliar, tetapi selalu dijawab dana tidak ada, padahal kata koran dana itu melimpah. Jika demikian, apa sebenarnya yang berlaku?

Jawaban saya tinggal mengulangi pernyataan di atas: hati nurani sudah lama tidak berfungsi. Inilah pangkal dari segala kehitaman dan salah tingkah di negeri ini. Mumpungisme, mental menerabas, tak hirau dengan penderitaan rakyat kecil, semuanya berhulu dari kelumpuhan nurani. Untuk Lapindo, sahabat saya Salahuddin Wahid, sudah berteriak, tapi siapa yang mau mendengar? Bidal: “Masuk telinga kanan, ke luar telinga kiri” sudah sangat kuno. Yang modern adalah: “Masuk telinga kanan, ke luar telinga kanan.

” Masih berapa lama lagi wong cilik ini dibiarkan “bergantung tidak bertali, naik tidak berjenjang?” Kita telah mengusir penjajahan yang anti-wong cilik, tetapi politik itu kita langgengkan tanpa rasa dosa, tanpa rasa dusta. “Bangsa ini telah kehilangan karakter dan jati diri yang paling dasar,” begitulah saya simpulkan dari keprihatinan Jenderal Soemarno Soedarsono dari Yayasan Jati Diri Bangsa, seorang sahabat lain dalam kesepuhan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Do’a Sehari-hari

Januari 6, 2008 at 4:55 am (do'a) (, , , , , )

Do’a Sehari-hari

Do’a – do’a ini disusun berurutan berdasarkan kejadian yang kita alami sejak bangun tidur pada pagi hari sampai tidur kembali pada malam harinya. Do’a disini tanpa ada do’a yang berhubungan dengan ibadah karena akan disajikan di halaman do’a seputar ibadah

  1. Do’a Ketika Bangun Tidur

    Alhamdu lillahil-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatana wailaihin – nusyuurartinya : “Segala Puji bagi Allah yang menghidupkan kami sesudah mati/tidur kami, dan kepada-Nya kami kembali

  2. Do’a Ketika Mimpi BaikAlhamdulillahil-ladzii qadlaa haajatiArtinya : Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku
  3. Do’a Ketika Mimpi BurukAllahumma inni a”uuzu bika min ‘amalisysyaithaani wa sayyiaatil ahlaamiArtinya : Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dari mimpi-mimpi yang buruk
  4. Do’a Sebelum Masuk WCBismillahi, Allaahhumma innii a’uudzu bika Minal khubutsi wal khabaaitsiArtinya : “Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para setan
  5. Do’a Setelah keluar WCAlhamdu lillahil-ladzii adz-haba maa yu’dziannii wa abqaa fiyya maa tanfa’uniiArtinya : Segala Puji bagi Allah yang telah menghilangkan apa yang menyakitkan aku dan menyisakan apa yang bermanfaat bagiku.
  6. Do’a Hendak Berpakaian“Bismillahari rahmaanir rahim. Allaahumma inni as-asluka min khairihi wa khairi maa huwalahu wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa humalahu” Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yaa Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini, dan kebaikan sesuatu yang ada dipakaian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan sesuatu yang ada dipakaian ini
  7. Do’a Ketika bercerminAl hamdulillaahil ladzi sawwaa khalqi fa’adda=lahu wa karramahu shurata wajhi fa nahaa wa ja’alani minal musliminArtinya : Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadiaanku dan memperindah dan memuliakan rupaku lalu membaguskannya dan menjadikan aku muslim
  8. Do’a Sebelum MakanAllahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naarArtinya : Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka
  9. Do’a Sesudah MakanAlhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa muslimiinArtinya : Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami memeluk agama islam
  10. Do’a Keluar Rumah“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah wa laa haula walaa quwwata illaa billaahi” Artinya :Dengan nama Allah aku berserah diri kepada-Nya, dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah
  11. Do’a BerpergiaanAllahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi annaa bu’dahuu, Allahumma antashshaahibu fis-safari wal khaliifatu fil ahliArtinya : Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga
  12. Do’a Naik Kendaraan DaratSubhaanal ladzi sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqrinina wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuunaArtinya : Maha suci Tuhan yang memudahkan ini kendaraan bagi kami, sedangkan kami tiba bisa memudahkan kepada-Nya, dan kepada Allah kami kembali
  13. Do’a Naik Kendaraan LautBismillaahi majraahaa wa mursaahaa innaa rabbi laghafuurur rahimuArtinya : Dengan nama Allah, yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku Pemaaf lagi Pengasih
  14. Tiba ditempat TujuanAl hamdulillaahil ladzi salamani walladzi aawani wal ladzi jama’asy syamla biArtinya :Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan akau dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkankanku dengan keluargaku
  15. Do’a Hendak Masuk RumahAllaahumma inni as-aluka khairal-muulaji wa khairal mukhroji bismillahi walajnaa wa bismillahi kharajnaa wa-alallaahi rabbina tawak-kalnaaArtinya : Yaa Allah, aku minta kepada-Mu baiknya runah yang kumasuki dan rumah yang kutinggalkan. Dengan nama Allah kami masuk rumah, dengan nama Allah aku keluar rumah, serta kepada-Nya aku berserah diri
  16. Do’a Melepas PakaianBismillaahiiladzi laa illaaha ilallahuuArtinya : “Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain-Nya
  17. Do’a Sebelum Tidur.Bismikallaahumma ahyaa wa amuutArtinya :Dengan nama-Mu yaa Allah, hidupku dan matiku

Permalink & Komentar

i love majalaya

Januari 6, 2008 at 4:54 am (majalaya) ()

burung palung, hade goreng majalaya lembur sorangan. tapi ayeuna geus ngabelgbeg kumaha saran ti pembaca sadaya ???

Permalink & Komentar

pengunjung

Januari 2, 2008 at 6:21 am (pengunjung) (, , , , )

statistik pengunjung

Technorati Chart


on line

page counter

<a href=”http://whos.amung.us/show/pqcmqtaj” mce_href=”http://whos.amung.us/show/pqcmqtaj”><img src=”http://whos.amung.us/widget/pqcmqtaj.png” mce_src=”http://whos.amung.us/widget/pqcmqtaj.png” alt=”page counter” border=”0″ height=”29″ width=”81″ /></a>

di klik :
hit counter

bingung di wordpress tidak punya counter copy kode di bawah pada halam web anda pasti ada seperti diatas

<a href=”http://gostats.com” mce_href=”http://gostats.com” target=”_blank” title=”hit counter”><img src=”http://c3.gostats.com/bin/count/a_298290/t_2/i_2/counter.png” mce_src=”http://c3.gostats.com/bin/count/a_298290/t_2/i_2/counter.png” alt=”hit counter” style=”border-width: 0pt” /></a>
<a href=”http://c3.gostats.com/click/298290/web-counter/stats-home” mce_href=”http://c3.gostats.com/click/298290/web-counter/stats-home” target=”_blank” title=”hit counter”>
</a>

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

ubar budak gering

Desember 31, 2007 at 10:12 am (ubar gering) (, , , , , )

Kelapa Muda & Kopi
Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung
mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada
takarannya, sekehendak anak. Dicampur dengan sedikit kopi (seujung sendok
saja)

Brotowali (Putrawali, andawali)
Untuk pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal
akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong
kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2
jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

Jeruk Nipis
Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air
perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama
30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak
1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.

Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas
/cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1
sdt per hari.

Kentang
Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan
parutan kendtang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari Bisa pula
untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet
(miliaria), karena sifat kentang yang mendinginkan.

Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang)
Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari, balurkan
parutan banglai segal di kening dan badan anak.

Minyak zaitun
Untuk mengobati kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle crap), sebanyak
1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.

Lidah buaya
Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan
daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang menderita luka
bakar.

Daun pepaya
Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit malaria,
panas,beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk,
diperas, saring, lalu minum airnya.

Temulawak (koneng gede)
Untuk menambah nafsu makan. Caranya, 150 gram temulawak 50 gram kunyit segar
dikupas, iris tipis, rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup
selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap untuk digunakan.Aturan minum 1
sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkir air hangat, diminum
pagi dan sore.

Kencur
Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci
bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah
disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

Adas (fennel)
Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang
kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik,
caranya 1sdt teh adas dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga
larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan
takaran sesuai umurnya.

http://www.infoibu.com/

Permalink & Komentar

halaman sebelumnya · Next page »