Oh Lapindo

Januari 6, 2008 at 4:56 am (do'a)

Oh Lapindo
Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Negeri ini adalah sebuah negeri yang sulit dipahami, negeri yang sarat dengan teka-teki. Antara kata dan laku semakin berjarak jauh. Saya sampai pada kesimpulan yang ekstrem, apa boleh buat. Bunyinya: sejak proklamasi tidak ada satu pemerintah pun yang prorakyat, kecuali dalam retorika. Akibatnya berjibun.

Contoh yang keras pun saban hari diberitakan. Anak SD yang gantung diri karena tak mampu bayar SPP dalam jumlah kecil sekalipun, karena dililit kemiskinan. Kekerasan dalam rumah tangga, pelacuran, kriminal yang semakin marak, dan 1001 kasus lain, penyebab utamanya adalah kemiskinan. Tentu pasti ada sebab-sebab lain, tetapi tidak signifikan. Sejak bangsa ini merdeka, semua kepala negara/kepala pemerintahan beragama Islam. Tetapi, hampir tidak ada korelasi signifikan antara agama yang dianut yang sangat proorang miskin dengan upaya untuk mengusir kemiskinan.

Lembaga zakat, infak, sedekah, dan lain-lain tidak lebih dari riak-riak kecil yang tidak mungkin menjadi gelombang besar untuk menghalau kemiskinan sampai batas-batas yang jauh. Sementara itu, kekayaan bumi nusantara sudah semakin terkuras oleh kerakusan yang tidak mengenal batas. Hutan sudah sekitar dua per tiga hancur, namun kongkalingkong antara aparat dan pengrusak tetap saja menggurita. Begitu juga mental sebagian pengusaha adalah mental garong. Hati nurani dibiarkan tiarap, kepekaan batin sirna entah ke mana.

Sudah lebih setahun, kita dihadapkan pada bencana Lapindo yang tak kunjung selesai, sementara penderitaan korbannya sudah sampai di batas toleransi. Pemerintah Jatim dan organisasi kemasyarakatan seperti tidak punya nyali untuk turut mencarikan jalan ke luar dari bencana ini. Ada seniman yang jual tampang ke sana, tetapi hanya untuk menambah heboh. Penderitaan tidak semakin berkurang. Presiden pun pernah datang ke lokasi, tetapi hasilnya sami mawon. Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk bencana Lapindo ini? Perusahaan, pemerintah, atau tidak seorang pun?

Ada seorang pakar domestik mengatakan bahwa lumpur Lapindo dapat disumbat dengan biaya 50 juta dolar AS, tetapi responsnya hanyalah keheningan. Lalu masalah ganti rugi. Pengungsi di Pasar Baru Porong sudah lama minta ganti rugi sebesar Rp 250 miliar, tetapi selalu dijawab dana tidak ada, padahal kata koran dana itu melimpah. Jika demikian, apa sebenarnya yang berlaku?

Jawaban saya tinggal mengulangi pernyataan di atas: hati nurani sudah lama tidak berfungsi. Inilah pangkal dari segala kehitaman dan salah tingkah di negeri ini. Mumpungisme, mental menerabas, tak hirau dengan penderitaan rakyat kecil, semuanya berhulu dari kelumpuhan nurani. Untuk Lapindo, sahabat saya Salahuddin Wahid, sudah berteriak, tapi siapa yang mau mendengar? Bidal: “Masuk telinga kanan, ke luar telinga kiri” sudah sangat kuno. Yang modern adalah: “Masuk telinga kanan, ke luar telinga kanan.

” Masih berapa lama lagi wong cilik ini dibiarkan “bergantung tidak bertali, naik tidak berjenjang?” Kita telah mengusir penjajahan yang anti-wong cilik, tetapi politik itu kita langgengkan tanpa rasa dosa, tanpa rasa dusta. “Bangsa ini telah kehilangan karakter dan jati diri yang paling dasar,” begitulah saya simpulkan dari keprihatinan Jenderal Soemarno Soedarsono dari Yayasan Jati Diri Bangsa, seorang sahabat lain dalam kesepuhan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Do’a Sehari-hari

Januari 6, 2008 at 4:55 am (do'a) (, , , , , )

Do’a Sehari-hari

Do’a – do’a ini disusun berurutan berdasarkan kejadian yang kita alami sejak bangun tidur pada pagi hari sampai tidur kembali pada malam harinya. Do’a disini tanpa ada do’a yang berhubungan dengan ibadah karena akan disajikan di halaman do’a seputar ibadah

  1. Do’a Ketika Bangun Tidur

    Alhamdu lillahil-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatana wailaihin – nusyuurartinya : “Segala Puji bagi Allah yang menghidupkan kami sesudah mati/tidur kami, dan kepada-Nya kami kembali

  2. Do’a Ketika Mimpi BaikAlhamdulillahil-ladzii qadlaa haajatiArtinya : Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku
  3. Do’a Ketika Mimpi BurukAllahumma inni a”uuzu bika min ‘amalisysyaithaani wa sayyiaatil ahlaamiArtinya : Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dari mimpi-mimpi yang buruk
  4. Do’a Sebelum Masuk WCBismillahi, Allaahhumma innii a’uudzu bika Minal khubutsi wal khabaaitsiArtinya : “Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para setan
  5. Do’a Setelah keluar WCAlhamdu lillahil-ladzii adz-haba maa yu’dziannii wa abqaa fiyya maa tanfa’uniiArtinya : Segala Puji bagi Allah yang telah menghilangkan apa yang menyakitkan aku dan menyisakan apa yang bermanfaat bagiku.
  6. Do’a Hendak Berpakaian“Bismillahari rahmaanir rahim. Allaahumma inni as-asluka min khairihi wa khairi maa huwalahu wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa humalahu” Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yaa Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini, dan kebaikan sesuatu yang ada dipakaian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan sesuatu yang ada dipakaian ini
  7. Do’a Ketika bercerminAl hamdulillaahil ladzi sawwaa khalqi fa’adda=lahu wa karramahu shurata wajhi fa nahaa wa ja’alani minal musliminArtinya : Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadiaanku dan memperindah dan memuliakan rupaku lalu membaguskannya dan menjadikan aku muslim
  8. Do’a Sebelum MakanAllahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naarArtinya : Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka
  9. Do’a Sesudah MakanAlhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa muslimiinArtinya : Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami memeluk agama islam
  10. Do’a Keluar Rumah“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah wa laa haula walaa quwwata illaa billaahi” Artinya :Dengan nama Allah aku berserah diri kepada-Nya, dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah
  11. Do’a BerpergiaanAllahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi annaa bu’dahuu, Allahumma antashshaahibu fis-safari wal khaliifatu fil ahliArtinya : Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga
  12. Do’a Naik Kendaraan DaratSubhaanal ladzi sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqrinina wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuunaArtinya : Maha suci Tuhan yang memudahkan ini kendaraan bagi kami, sedangkan kami tiba bisa memudahkan kepada-Nya, dan kepada Allah kami kembali
  13. Do’a Naik Kendaraan LautBismillaahi majraahaa wa mursaahaa innaa rabbi laghafuurur rahimuArtinya : Dengan nama Allah, yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku Pemaaf lagi Pengasih
  14. Tiba ditempat TujuanAl hamdulillaahil ladzi salamani walladzi aawani wal ladzi jama’asy syamla biArtinya :Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan akau dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkankanku dengan keluargaku
  15. Do’a Hendak Masuk RumahAllaahumma inni as-aluka khairal-muulaji wa khairal mukhroji bismillahi walajnaa wa bismillahi kharajnaa wa-alallaahi rabbina tawak-kalnaaArtinya : Yaa Allah, aku minta kepada-Mu baiknya runah yang kumasuki dan rumah yang kutinggalkan. Dengan nama Allah kami masuk rumah, dengan nama Allah aku keluar rumah, serta kepada-Nya aku berserah diri
  16. Do’a Melepas PakaianBismillaahiiladzi laa illaaha ilallahuuArtinya : “Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain-Nya
  17. Do’a Sebelum Tidur.Bismikallaahumma ahyaa wa amuutArtinya :Dengan nama-Mu yaa Allah, hidupku dan matiku

Permalink & Komentar