Anak Jalanan

Januari 18, 2008 at 4:44 pm (hiburan) (, , )

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

ketahuan

Januari 6, 2008 at 4:12 pm (hiburan) (, , , )

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Teropong Indonesia 2008 ala Feng Shui

Januari 6, 2008 at 6:28 am (RAMALAN)

Menurut pakar feng shui indonesia KRT Krisna Warihdiningrat, Feng artinya angin, mengandung energi. Shui artinya air. Terhadap manusia, air lebih dominan dibandingkan dengan angin, yakni 70:30. Begitu ada angin, air baru bergerak. Angin menjadikan alam dan kehidupan ini menjadi dinamis. Sedangkan air untuk menghidupkan alam. Karenanya, manusia harus bisa menyeimbangkan atau merawat alam. Kalau tidak, air dan angin menjadi kacau. Air bisa menjadi panas, misalnya kasus lumpur lapindo, gunung berapi dll. Itu karena ada tekanan angin dari dalam.

Krisna mengeluhkan ulah manusia yang menyebabkan keseimbangan alam terganggu sehingga air menjadi banjir dahsyat karena hutan digunduli. Gunung es mencair lantaran pemanasan global, sehingga air laut meningkat, juga merupakan ulah manusia. Selain harus menyeimbangkan alam, manusia harus banyak melakukan pendekatan pada Tuhan sang pemilik air, angin, manusia dan kehidupan.

Apinya Petir Maha Dahsyat

Mulai 4 februari jam 19.03, Indonesia menjadi tahun tikus tanah dengan dimensi waktu berunsur api. Apinya berasal dari petir, jadi munculnya hanya sekali tapi maha dahsyat. Tikusnya sendiri berunsur air dan tanah. Tahun 2008 untuk bulan-bulan tertentu keadaannya sangat tidak bagus karena air beradu dengan api menyebabkan api padam atau malah makin besar atau airnya mendidih. Untung ada tanah yang menetralisir walaupun maksimal 50% saja.

Sejak awal hingga pertengahan tahun, mereka yang berdagang dengan unsur kayu, peruntungannya kurang begitu bagus. Contohnya sektor garmen, pabrik tekstil, pakaian, kayu, kertas atau buku. Tapi unsur lainnya bagus seperti logam, bidang properti akan turun naik, masih cukup bagus meski tidak sebagus 2007.

Jika menelaan dimensi waktunya, tikus tanah ini berdimensi waktu api, bulannya macan kayu, tanggalnya anjing kayu, jamnya anjing air. Sehingga diprediksi suhu politik lebih panas dibandingan dengan 2007.

Wabah penyakit pun lebih riskan ketimbang 2007. Mungkin karna banyaknya kasus demam berdarah, flu burung dll. Sementara itu yang tewas akibat kecelakaan juga akan lebih banyak dibanding 2007.

Hoki Naga dan Monyet

Untuk shio tertentu, prediksinya akan lebih bagus daripada 2007 seperti shio naga, monyet atau yang dimensi waktunya berunsur tanah dan kayu. Terbagus kedua shio kerbau, anjing, kelinci, macan dan ular. Terbagus ketiga shio macan, kambing dan babi.

Yang kurang nagus shio kuda, apalagi yang tahun tahun 2002 dan 1942 kuda air  (anak kecil harus dijaga) dan 1966 kuda api (usaha menurun, bangkrut atau sakit keras). Selanjutnya ada shio yang sebetulnya juga cukup bagus tapi di tahun 2008 jadi tidak bagus yaitu shio ayam api dan ayam air.

Shio tikus sendiri semuanya sedikit kurang bagus terutama tikus kayu (lahir 1984 dan 1924) sebab tikus dimensi waktunya unsur air, bertemu tikus yang ada kayunya menyebabkan terlalu banyak air sehingga kayunya membusuk. Hindari melayat orang meninggal, menghadiri pernikahan atau membesuk orang sakit. Jika terpaksa, pulangnya sebaiknya mampir dulu ke rumah ibadah untuk sembahyang dan baru kemudian pulang ke rumah untuk menghindari sial.

Shio-shio yang kurang bagus menurut Krisna harap waspada jika bepergian ke manapun juga karena bisa kecurian atau dirampok. Juga hati-hati dengan wanita penggoda karena bisa memicu perkara dikemudian hari.

Rumah yang terletak di selatan menghadap utara bakal kurang bagus. Rumah yang terletak pada arah sebaliknya juga berpeluang nasibnya sama meski peruntungannya lebih baik. Tapi buat mereka yang ingin pindah rumah atau kantor menghadap barat atau timur silahkan diteruskan karena akan sangat baik hasilnya.

Setelah 4 februari 2008, mereka yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi, temperamental lalu ingin pindah rumah/kantor yang menghadap utara masih diperbolehkan karena utara adalah air. Sebaliknya, jika orangnya kalem dan tekanan darahya rendah sebaiknya tidak usah pindah.

Jika orang yang memiliki darah tinggi, temperamental ingin pindah rumah/kantor menghadap selatan sebaiknya ditunda dulu setahun karena terlalu banyak unsur api sehingga bisa kena sakit wasir atau kencing batu.

Usaha yang membaik di tahun 2008 menurut Krisna adalah bidang elektronik dan komputer. Kalau yang berhubungan dengan kayu, setelah pertengahan tahun baru akan membaik. Untuk bisnis logam, perdagangan emas, money changer, bank, semuanya akan membaik. Meski awal hingga pertengahan tahun 2008 tekstil kurang bagus, setelah juni atau juli akan membaik.

Awas Banjir!

Mereka yang tadinya tidak terkenal, di tahun 2008 bisa terkenal. Rumusan ini berlaku untuk semua bidang terutama karir dan bisnis. Tapi orang terkenal yang kemudian terlalu percaya diri dan merasa hebat akhirnya akan gagal total di akhir tahun.

Tahun 2008 ditandai banyaknya wanita yang menikah dengan duda atau jadi istri ke-2. Rakyatyang kelaparan pun lebih banyak dibanding 2007. Kebakaran hutan lebih menonjol. Sementara banjir merata di seluruh negeri yang dampaknya bisa lebih parah dibanding 2007 lalu. Khusus di Jakata, banjir sedang akan lebih sering dibanding 2007 dan banjir besar akan terjadi akhir 2008 terutama sejak tanggal 18 januari hingga 8 februari.

Wabah hama tanaman, baik tikus maupun kutu lebih ganas dari 2007. Sawah terkena air bah lebih banyak dibanding 2007. Ironisnya, tak hanya hujannya yang lebih parah, musim kemaraunya pun lebih parah daripada 2007. Tanah retak-retak dan masanya lebih panjang, sehingga cuaca jauh lebih panas.

Penyakit aneh yang kurang menonjol di tahun 2007 akan lebih ‘naik daun’ di tahun 2008 termasuk penyakit kulit dan kelamin. Banyak orang terkena stroke dan syaraf terjepit dibanding tahun 2007. Juga rambut rontok dan beruban. Yang juga lebih menonjol dibanding tahun 2007 adalah penyakit paru-paru dan pernapasan. Begitu juga lambung (maag) dan alat pencernaan. Tak heran, pasien rumah sakit diperkirakan jumlahnya bertambah.

Lumpur lapindo di tahun 2007 pernah berhenti sebentar dan di tahun 2008 bisa agak reda tapi tidak berhenti.

pariwisata 2008 tidak sebagus 2007 tapi masih lumayan. Di tahun 2008 ini unsur air 40%, api 35% dan tanah 25%. Lebih baik memang ada gunung yang meletus di tahun 2008 daripada tidak ada sama sekali karena meletusnya pasti tidak dahsyat kanre naga-naganya bagus yakni naga api dan naga air yang tidak liar sebab bertemu tikus. Jika anak krakatau meletus sebelum 4 februari 2008 maka lebih dahsyat ketimbang meletus sesudahnya. Yang jelek adalah iklim secara keseluruhan karena disini api bertemu air.

Hindari Kayu!

Dari sisi ekonomi tak beda jauh dengan tahun 2007. Hanya properti sedikit kurang bagus. Suhu politik memanas karena air dan api beradu, terutama pada “bulan api” yakni mei, juni, juli dan agustus.

Penggusuran adalah tanah kayu dan air. Karena air lebih dominan, tahun babi dan tahun tikus sama-sama banyak air sehingga sama-sama banyak penggusuran seperti tahun 2007. Demonstrasi pun lebih banyak karena api bertemu air.

Investasi bagus asalkan bukan dibidang kayu meski di awal tahun hingga pertengahan diprediksi akan membaik. Tapi jika dibidang tekstil, kayu, kertas tetap saja kurang baik. Pendek kata, tahun 2008 harus lebih kerja keras, lebih disiplin, lebih mendekatkan diri pada Tuhan karena api bertemu air, Yin Yang-nya kurang bagus.

Awas, mereka yang lemah iman gampang tergoda oleh lawan jenis. Perselingkuhan meningkat karena laki-laki dan perempuan sama menggoda dan tergoda, jadi baik suami dan istri harus lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Di sisi lain, mereka yang berperkara di pengadilan juga makin banyak. Hati-hati jangan sampai anda terpeleset, apalagi hanya gara-gara perselingkuhan.

Permalink & Komentar

Mama Laurent 2008

Januari 6, 2008 at 6:27 am (RAMALAN)

Tahun 2008 menurut horoskop cina adalah tahun shio tikus tanah yang memiliki sifat pandai dan senang bergaul, pesolek, populer, disenangi dalam pergaulan, peduli terhadap sesama, pendamba kemakmuran namun sedikit takut dan enggan berhadapan dengan kawan maupun lawan.

Bumi pertiwi masih diguncang bencana alam dalam skala besar dan kecil. Sejumlah gunung berapi meletus terutama yang berada di garis cincin api (ring of fire). Selain adanya aliran “dasar bawah”, kondisi ini juga ditentukan oleh pengaruh alam diluar indonesia.

Alam memang masih temperamental. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, serta badai terus meneror. Jadi berhati-hatilah buat anda yang sering bepergian menggunakan alat tranportasi darat, laut, maupun udara. Para pemilik bisnis harus mencari solusi demi keselamatan penumpang dan kargo dengan menegakkan peraturan dan mentaati marka karena angka kecelakaan masih tinggi.

Beberapa pulau digenangi air laut dan nyaris tenggelam. Belum lagi sisa tabrakan dan patahan lempeng bumi menyebabkan gempa kecil dan air laut pasang. Pada musim kemarau tahun 2008 akan terjadi kebakaran besar di Indonesia Barat (sumatra) dan utara (sulawesi,maluku,papua). Para petani, waspadalah hama tikus berpeluang menyerang dan mengancam panen. Lakukan pencegahan/antisipasi sejak dini.

Politik & Keamanan

Akan banyak bermunculan orang-orang maupun kelompok-kelompok yang berikrar sebagai pengentas kemiskinan, beranggotakan aparat pendosa yang telah bertobat. Dukung gerakan ini, jangan dihujat atau dicerca.

Menjelang akhir 2008 akan marak pertikaian dan perbedaan pendapat. Partai besar menghitung untung rugi bila berkoalisi atau berseberangan dengan pihak lain. Sayangnya, penderitaan rakyat sama sekali tak mereka sentuh. Kaum politisi dan cerdik pantai malah lebih asyik saling bertikai dan menjatuhkan. Namun beberapa wanita terlihat berani maju mencalonkan diri menjadi presiden.

Kita akan kehilangan seorang lelaki politikus, negarawan yang disegani kawan dan lawan. Sedangkan beberapa perubahan peraturan memercik pro dan kontra. Kaum pengusaha menengah ke bawah jangan gegabah terhadap kredit bank. Di penghujung 2008 sejumlah demo juga akan marak di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk itu, pemerintah harus aktif mengatasi pertikaian buruh-majikan.

Pengaruh alam menguakkan celah islah untuk mengakhiri pertikaian masa lalu dan masa kini. Islah/damai harus dilaksanakan. Kalau tidak, kita akan terseret gelombang gonjang-ganjing. Serahkan keamanan negara pada TNI-POLRI. Waspadai usaha mempersenjatai masyarakat sipil, seperti angkatan-V di masa lalu, sebab hanya akan jadi problem dikemudian hari. Otoritas keamanan harus solid, apalagi menghadapi ringannya mulut negara tetangga yang melecehkan harga diri bangsa.

Hukum & Ekonomi

Gebrakan pemberantasan korupsi menciutkan hati para koruptor. Tapi pengaruh tikus tanah membuat para aparat menggunting dalam lipatan. Hal ini bisa melunturkan kepercayaan masyarakat. Hamba hukum harus teguh hati menjalankan tuntutan kebenaran. Jika tidak, semua upaya positif akan mengalir ke jalan buntu.

Mereka yang sakit hati dan merencanakan dendam, cobalah berpikir jernih dengan hati tulus ikhlas. Hapuslah segala niat negatif. Menyatulah dalam visi dan misi kesatuan bangsa.

Di tahun 2008 juga terbuka peluang bagi para penyidik mengupas tuntas perkara pidana. Bahkan kasusnya akan terbongkar hingga mengait ke dua generasi diatasnya.

Bicara bisnis, pertumbuhan ekonomi makro dan mikro berjalan sangat lamban. Pengaruh tikus tanah akan mengganggu implementasi di lapangan. Pelaku ekonomi terangsang menghalalkan segala cara tak terpuji.

Sektor riil dan pengusaha kecil-menengah sulit mengembangkan usaha. Penyebabnya banyaknya PHK, pengangguran dan sempitnya lapangan pekerjaan. Tahun 2008 makin runyam, kaum tikus “berkaki dua” terus menggerogoti tanpa pilih bulu. Harus ada aturan jelas dan tegas agar mereka tak bisa seenaknya beraksi.

Bidang perkayuan dan batu bara banyak menghadapi kesulitan. Bisnis ikan laut merosot, pembangunan properti khususnya apartemen mengalami stagnasi. Bidang otomotif penjualannya tetap lancar. Laju ekspor biasa saja, namun bakal muncul monopoli dibidang pertanian (bawang putih).

Kesehatan, Lingkungan Hidup & Dunia Hiburan

Akan ditemukan obat kanker dan AIDS/HIV di Indonesia. Tapi hati-hati terhadap penyakit misterius yang menyerang hewan. Karena masih baru, penyebab dan obatnya belum diketahui. Sementara itu, penyakit saluran pernapasan meningkat, begitu juga pesa akibat hama tikus.

Penyakit bisa juga datang dari muntahan perut bumi. Kemurkaan alam menimbulkan penyakit dikawasan bencana, juga berpeluang menimbulkan stres. Penanganan kesehatan masyarakat jangan sebatas propaganda, dibutuhkan aksi yang langsung menyentuh rakyat.

Berkaitan dengan masalah lingkungan, butuh keterampilan dan perhatian untuk melakukan penataan. Karena kerusakan lingkungan tak hanya diakibatkan oleh manusia tapi juga hewan dan kemurkaan alam.

Lingkungan hidup di perkotaan, pedesaan dan objek wisata harus dibenahi melalui kerjasama antar institusi terkait di pusat hingga daerah. Hal ini berkaitan dengan akan datangnya banyak turis dan negara-negara asia. Karenanya, pertahankan dan tumbuh kembangkan kekayaan alam, ada istiadat dan tradisi setempat. Adakan perubahan dan penataan secara simultan di Pulau Bali, Danau Toba, Tanah Minahasa, Danau Singkarak, Tanah Toraja dan lainnya.

Berita kawin dan cerai, kasus narkoba, aksi tipu-menipu, perselingkuhan masih akan marak. Masih terbuka kesempatan meningkatkan mutu sinetron, musik dan film. Akan ada penemuan teknologi baru dibidang entertainment. Namun pembajakan lagu masih banyak terjadi.

Tiga orang artis yakni seorang lelaki dan dua orang perempuan (tua dan muda) akan berpulang. Kalangan selebritis hendaknya intospeksi diri, fokus dan konsentrasi pada profesinya. Biasakan berdialog dengan diri sendiri dan Tuhan YME.

Ada tiga pasangan yang bakal menikah, diantaranya dua pasangan melakukan rujuk. Kelompok band anak muda menjamur, namun ada juga yang layu sebelum berkembang. Dunia selebriti bakal heboh.

Sumber : Mama Laurent (intisari)

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ramalan Politik 2008

Januari 6, 2008 at 6:27 am (Uncategorized)

Ramalan Politik 2008

Pekan ini saya dua kali ditanggap jadi dukun peramal politik 2008. Saya bilang suhu politik kayak orang demam karena, pertama, faktor harga minyak dunia.

Itulah hebatnya negara ini: kaya energi, tetapi harga minyak tanah dan BBM naik melulu. Itulah hebatnya negara ini: Adenan Lis kabur, tetapi jadi tuan rumah KTT antihutan gundul.

Faktor kedua, perjuangan sengit calon-calon indie boleh ikut Pemilu-Pilpres 2009. Ingat, makin banyak tokoh daur ulang yang bertualang dari orde ke orde yang ingin adu nasib.

Mereka dibantu para “pendekar” demokrasi yang akan membentuk GIM (Gerakan Indonesia Merdeka). Ingat, GIM terinspirasi GJM (Gerakan Jakarta Merdeka), GJM terinspirasi GAM, dan GAM terinspirasi orang-orang bulé.

Faktor ketiga, ketidakpastian persiapan pemilu-pilpres. Jumlah anggarannya saja sudah naik-turun, apalagi jumlah formulir, kotak, dan paku penusuknya.

Dan faktor keempat, ketegangan penyelenggaraan lebih dari 100 pilkada 2008-2009. Jika “kadal-kadal” kebanyakan menenggak “pil koplo”, akibatnya tanggung sendiri.

Jangan takut, demam 2008 tak membuat negara ini kejang-kejang. Kerusuhan tak terjadi jika rakyat dihibur happening arts ala demonstrasi reog Ponorogo di depan Kedubes Malaysia tempo hari.

Masalah terbesar 2008 degradasi perilaku politik the ruling elite. Ibarat sepak bola, perilaku mereka seperti bekas pemain nasional yang kena degradasi jadi pemain “tarkam” (antarkampung) yang honornya murah.

Degradasi terjadi karena absennya kepemimpinan (in the absence of leadership). Memang hari-hari ini banyak pejabat yang absen di kantor karena berbondong-bondong ke Bali.

Degradasi terlihat, misalnya, dari proses pemilihan pimpinan KPK di DPR. Maka perang terhadap korupsi tetap akan tebang pilih, pilih kasih, dan “kasih tahu saya dulu dong”.

Padahal, perang terhadap korupsi mesti segalak perang terhadap terorisme. Tirulah Presiden AS George W Bush pemimpin yang ogah disebut indecisive coward dan bangga karena tegas walau pandir.

Degradasi meluaskan apatisme yang terlihat dari peningkatan jumlah golput di pilgub DKI. Rakyat punya cara untuk melawan, seperti kata lirik lagu Apatis, yakni “roda-roda terus berputar, tanda masih ada hidup”.

Bukan mustahil jumlah golput Pemilu-Pilpres 2009 lebih besar dari angka maksimal sekitar 23 persen tahun 2004. Kalau saya maunya yang milih 23 persen.

Apatisme menyebabkan deligitimasi jajaran eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Eksekutifnya lebih pasif, legislatifnya tetap non-aktif, dan yudikatifnya masih saja kayak cerita fiktif.

Deligitimasi biasanya diikuti political decay. Makanan basi menyebarkan bau busuk dan mengundang kedatangan lalat-lalat hijau.

Namun, deligitimasi tak menyadarkan elite agar tobat. Mereka justru makin hilang rasa percaya diri seperti penyanyi demam panggung bersuara sumbang.

Akibatnya, rakyat melempari dia dengan botol dan minta kembali uang tiket. Mereka mengira yang manggung Beyoncé, eh yang nongol penyanyi dangdut tingkat kelurahan.

Akibat lanjutannya wibawa dan kewenangan pemerintah tergerogoti. Itulah kalau keseringan menggerogoti hak milik rakyat.

Para anggota DPR sibuk dengan fit and proper test yang penuh tanda tanya. Jangan-jangan tes kayak gitu sudah tidak sehat (unfit) dan tidak pantas (improper) dilakukan lagi.

Para pejabat yudikatif pun dianggap idem ditto. Jika pemeriksaan korupsi diperintahkan koruptor kepada aparat yang ditengarai pernah korupsi, ya mau apa?

Degradasi itulah yang menyebabkan politik makin kering, hampa ideologi, dan membuat politik tak mengasyikkan. Jika tenggorokan kering, perut hampa makanan, hidup enggak asyik lagi.

Satu-satunya hiburan, ya, seringlah tertawa. Sejatinya humor lebih benar daripada fakta.

Memercayakan kekuasaan kepada eksekutif/legislatif/yudikatif tak ubahnya menyerahkan tiga botol bir dan kunci mobil kepada anak yang belum punya SIM. Ya, wajar ia menabrak tiang listrik.

Mungkin rakyat “salah” karena paham seluk-beluk politik. Mereka yang berkuasa “benar” karena tak paham tujuan politik itu mulia.

Saya suka iba jika ada teman yang tertarik jadi anggota DPR. “Apa enggak ada kerjaan lain?” tanya saya.

Pepatah mengatakan jangan lekas percaya kepada dua hal di dunia ini: nasib dan pemerintah. Mereka sering sama-sama apes.

Saya suka bingung melihat pejabat dan anggota DPR yang hafal pasal-pasal UUD 1945, terutama yang ada kata “adil” dan “makmur”. Ah, lebih baik menghafal manual mobil karena banjir mengancam Jakarta.

Mereka jago berbicara hidup akan sejahtera, generasi muda akan pintar, dan rusun akan banyak. Kenyataannya rumah mereka lebih mewah, iuran sekolah naik terus, dan rakyat merasa lebih pandir.

Coba sesekali eksperimen gonta-ganti saluran TV: interupsi Sidang Paripurna DPR, pidato pejabat, penyidikan korupsi di KPK, dan adegan sinetron. Matikan suara TV dan Anda pasti langsung membatin… lho, kok sama ya?

Tidaklah susah meramalkan kondisi politik 2008. Ia penuh drama, tontonan yang murah tapi meriah, dan tak memberikan manfaat apa-apa.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sipat Jalma

Januari 6, 2008 at 6:26 am (RAMALAN)

Sipat jalma dumasar kana rupa-rupa hitutna

Jalma jujur
Jalma nu daek ngaku mun geus hitut

Jalma teu Jujur
Jalma nu hitut tuluy nyalahkeun batur

Jalma belegug
Jalma nu nahan hitut mangjam-jam lilana

Jalma nu berwawasan
Jalma nu apal iraha kuduna hitut

Jalma nu Misterius
Jalma nu hitut tapi batur euweuh nu nyahoeun

Jalma nu sok gugup
Jalma nu ujug-ujug nahan hitut mun keur hitut

Jalma nu Percaya Diri
Jalma nu yakin yen hitutna seungit

Jalma nu Sadis
Jalma nu hitut bari dibekep ku leungeun tuluy dibekepkeun ka irung batur

Jalma nu Isinan
Jalma nu hitutna teu disada tapi ngarasa isin sorangan

Jalma nu Strategic
Lamun hitut sok bari seuri ngagak-gak meh nutupan sora hitutna

Jalma nu Bodo
Lamun geus hitut tuluy narik napas keur ngagantian hitutna nu kaluar

Jalma nu Pedit
Lamun hitut dikaluarkeun saeutik-saeutik nepi ka disada tit..tit..tit…

Jalma nu Sombong
Jalma nu sok ngambeuan hitutna sorangan

Jalma nu ramah
Jalma nu sok resep ngambeuan hitut batur

Jalma nu tara gaul
Mun hitut sok bari nyumput

Jalma nu Sakti
Mun hitut bari make tanaga dalem

Jalma nu pinter
Jalma nu bisa nyirian hitut batur

Jalma nu sial
Mun hitut kaluar jeung bukur-bukurna

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Januari 6, 2008 at 5:00 am (Uncategorized)

dikunjungi
web page stats

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Bush = Predator

Januari 6, 2008 at 4:59 am (Amin Rais)

Bush = Nekat = Predator

Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Tampaknya seorang penguasa, atau lebih pantas disebut kaisar tipe abad tengah, seperti Presiden Bush, sulit sekali membuka telinga untuk mendengar seruan kebenaran. Dulu alasan utama untuk menyerang Irak tahun 2003 adalah karena katanya Saddam Hussein menyimpan senjata pemusnah massal, tetapi ternyata tuduhan itu hanyalah sebuah isapan jempol.

Kemudian setelah Irak hancur, mata pedangnya diarahkan kepada Iran karena negara ini dituduh sedang mengembangkan persenjataan nuklir. Dr Muhammad Al Baradei, direktur jenderal IAEA sudah berkali-kali mengatakan bahwa pengembangan nuklir Iran semata-mata bertujuan damai, sama sekali tidak punya dimensi persenjataan atau militer. Tetapi, telinga Bush dan pendukungnya kelompok neo-konservatif Amerika tetap saja tertutup. Ambisi untuk menyerang Iran terus saja diagendakan, sementara Israel yang sudah lama punya senjata nuklir dibela sampai ke ujung langit. Tidak peduli apa kata dunia, pokoknya Israel tidak boleh diganggu. Semetara itu, negara-negara Arab karena virus perpecahan yang terus menggerogoti mereka telah lama lumpuh menghadapi agresi Israel dengan dukungan penuh Amerika. Kemerdekaan Palestina yang dulu pernah dikatakan Bush akan terjadi tahun 2005, semakin tidak jelas saja. Ironisnya lagi, perseteruan Hammas dan Fatah sebagai wabah internal Palestina telah semakin melemahkan posisi bangsa yang menderita ini dalam upaya mendapatkan kemerdekaannya. Bahwa Iran ingin menjadi yang dipertuan di kawasan Asia Barat, memang tidak dapat disangkal. Inilah sebenarnya yang dicemaskan Amerika karena akan sangat mengganggu dominasi imperialistiknya di bumi yang kaya minyak ini. Sebab itu harus dicari segala akal agar Iran tidak tampil sebagai negara terkuat di wilayah ini. Dalam pada itu, untuk menghadapi Iran, negara-negara Arab tertentu sesungguhnya lebih memercayai Amerika sebagai pelindung.

Dengan demikian pertanyaan tentang di mana peran dan posisi Alquran di kalangan negara-negara Muslim itu menjadi tidak relevan. Baik negara-negara Arab maupun Iran telah berabad-abad memiliki tafsiran sendiri terhadap Kitab Suci ini dengan akar teo-politik yang sulit didamaikan. Pertanyaan itu baru relevan jika semuanya mau membebaskan diri dari subjektivisme historis dan kepentingan duniawi. Tetapi, siapa yang mau memulai terobosan strategis itu? Di sinilah terletaknya masalah pelik itu. Kembali ke isu nuklir Iran. Hari-hari ini Bush tengah menghadapi tantangan yang sangat serius, justru datang dari Badan Pertimbangan Intelijen Nasional Amerika (NEI) sendiri, bukan lagi dari IAEA yang dipimpin Al Baradei itu, seorang Muslim asal Mesir. NEI dalam laporannya setebal 100 halaman baru saja membeberkan bahwa Iran telah menghentikan program senjata nuklirnya sejak tahun 2003. Dengan fakta ini habislah alasan untuk menyudutkan Iran dengan segala macam sanksi PBB hasil rekayasa Amerika. Tetapi, untuk kepentingan neo-imperialismenya, Amerika pasti akan tetap nekat sampai Iran hancur pula. Maka, julukan yang dipasangkan penulis Perancis Emmanuel Todd terhadap Amerika sekarang sebagai predator, bukan lagi protektor (pelindung), sangat beralasan dan tepat sekali. Dalam kaitannya dengan Amerika sekarang, watak predator itu tampak dalam nafsu untuk memangsa siapa atau apa saja yang dipandang sebagai perintang bagi terwujudnya sebuah ambisi besar mengangkangi dunia. Sebuah ambisi utopis yang sudah sangat kesiangan, tetapi Bush tetap saja nekat untuk memburunya. Inilah sumber malapetaka global itu. Quo vadis Amerika?

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Berjuang Membangun Umat dan Bangsa

Januari 6, 2008 at 4:57 am (Amin Rais)

Berjuang Membangun Umat dan Bangsa

M. Amien Rais

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Takbir, Tasbih, Tahmid dan Tahlil Hamdalah

Saudara-saudara kaum Muslimin dan muslimat yang berbahagia. Mariiah kita bersama bersyukur pada Allah Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan barokah Nya pada kita semua. Juga marilah kita senantiasa bertaqwa pada Allah dengan selalu memperteguh iman kita, memperbanyak amal shalih kita dan meningkatkan ihsan kita.

Sebagai umat dan bangsa, kita perlu menangkap ajaran Islam untuk memulihkan semangat dan kesanggupan berkurban kita. Mengorbankan sesuatu dengan ikhlas untuk kebaikan bersama kadangkala terasa berat. Akan tetapi sejatinya, kehidupan tanpa pengorbanan adalah kehidupan yang kosong dan hampa.

Sedangkan hidup yang disertai dengan pengurbanan untuk kebaikan bersama, hakekatnya justru menjadikan hidup lebih bersemangat, bergairah dan penuh vitalitas. Malah al-Qur’an sendiri mengajari kita supaya memilih jalan yang mendaki, jalan yang menuntut pengurbanan. Namun di ujung jalan yang mendaki itu terbentang kebahagiaan dunia dan akherat

Allah berfirman :

Kami telah menunjukkan kepada manusia dua jalan. Maka pilihlah jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu, apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? Melepaskan sahaya dari perbudakan. Atau memberi makan tatkala terjadi masa kelaparan. Kepada anak yatim yang masih menjadi kerabat. Atau orang miskin yang sangat papa. (al-Qur’an: AI-Salad 10-16)

Allahu Akbar walillahil hamd.

Saudara-saudaraku, memang pada jaman kita tidak ada lagi lembaga perbudakan. Namun sebagian rakyat kita yang termasuk lowest class atau under class masih berjumlah puluhan juta. Sekarang ini rakyat kita yang kehidupannya sehari dibawah 1 dolar masih berjumlah sekitar 38 juta. Sedangkan yang hidup dibawah 2 dolar sehari lebih dari 100 juta. Sementara TKl/TKW kita yang bekerja di manca negara seringkali diperlakukan seperti hamba sahaya.

Potret bangsa kita sampai kini masih buram, belum menampakkan sinar terang yang menjanjikan. Tatkala negara-negara di kawasan lain sudah menapak ke tahapan sejahtera dan mantap secara sosial, politik dan ekonomi, Indonesia masih terhuyung-huyung mencoba berdiri dan berjalan dengan langkah gontai memasuki masa depan.

Di kawasan ASEAN saja, negara kita kini termasuk yang paling sengsara, dilihat dari human development index dan educational index. Pencapaian IImu pengetahuan dan teknologi, kemajuan ekonomi, stabilitas sosial, dan kemampuan hankam kita kini jauh tertinggal di belakang, bahkan dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Untung masih ada Myanmar dan Timor Leste yang masih menemani Indonesia dalam keterbelakangan multi­dimensional.

Allahu Akbar 3x walilllahil hamd.

Apa sesungguhnya yang hilang dalam hidup dan kehidupan kita? Dari sudut pandang al-Qur’an, kazanah kehidupan yang hilang itu adalah semangat dan kesanggupan berkurban kita. Ternyata untuk menggapai surga jannatun­naiem diperlukan ketahanan mental, semangat kuat dan kesanggupan berkurban untuk membangun masa depan yang lebih cerah dan cemerlang.

Allah berfirman: ” Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan ( dengan bermacam-macam cobaan ) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya : “Bilakah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, pertolongan Allah itu amat dekat (al-Qur’an: al-Baqarah 214 )

Juga firman Nya: ” Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad/berjuang dl antaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (al-Qur’an: ‘Ali Imran 142)

Saudara-saudaraku yang berbahagia:

Seandainya pemerintah kita dan segenap anak bangsa berjuang dan berkorban dalam arti luas secara bersama-sama, niscaya masalah-masalah besar kita akan dapat kita tanggulangi, tahap demi tahap. Allah tidak akan membebani kita, kecuali sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Yang penting mari kita berikan dan kita korbankan apa yang kita miliki untuk kebaikan bersama. Paling tidak di lingkungan yang paling kecil, di RT/RW kita, di tempat kerja kita, dimana pun kita berada, kita infakkan sebagian rejeki kita untuk kebaikan dan perbaikan kehidupan kita bersama.

Akhirnya kita do’akan semoga para hujjaj yang baru saja selesai menunaikan ibadah haji mendapat haji yang mabrur dan maqbul. Mereka insya Allah menjadi hamba-hamba Allah yang betambah-tambah pengabdiannya untuk masyarakat, bangsa dan negara demi mencapai ridla Allah SWT.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Oh Lapindo

Januari 6, 2008 at 4:56 am (do'a)

Oh Lapindo
Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Negeri ini adalah sebuah negeri yang sulit dipahami, negeri yang sarat dengan teka-teki. Antara kata dan laku semakin berjarak jauh. Saya sampai pada kesimpulan yang ekstrem, apa boleh buat. Bunyinya: sejak proklamasi tidak ada satu pemerintah pun yang prorakyat, kecuali dalam retorika. Akibatnya berjibun.

Contoh yang keras pun saban hari diberitakan. Anak SD yang gantung diri karena tak mampu bayar SPP dalam jumlah kecil sekalipun, karena dililit kemiskinan. Kekerasan dalam rumah tangga, pelacuran, kriminal yang semakin marak, dan 1001 kasus lain, penyebab utamanya adalah kemiskinan. Tentu pasti ada sebab-sebab lain, tetapi tidak signifikan. Sejak bangsa ini merdeka, semua kepala negara/kepala pemerintahan beragama Islam. Tetapi, hampir tidak ada korelasi signifikan antara agama yang dianut yang sangat proorang miskin dengan upaya untuk mengusir kemiskinan.

Lembaga zakat, infak, sedekah, dan lain-lain tidak lebih dari riak-riak kecil yang tidak mungkin menjadi gelombang besar untuk menghalau kemiskinan sampai batas-batas yang jauh. Sementara itu, kekayaan bumi nusantara sudah semakin terkuras oleh kerakusan yang tidak mengenal batas. Hutan sudah sekitar dua per tiga hancur, namun kongkalingkong antara aparat dan pengrusak tetap saja menggurita. Begitu juga mental sebagian pengusaha adalah mental garong. Hati nurani dibiarkan tiarap, kepekaan batin sirna entah ke mana.

Sudah lebih setahun, kita dihadapkan pada bencana Lapindo yang tak kunjung selesai, sementara penderitaan korbannya sudah sampai di batas toleransi. Pemerintah Jatim dan organisasi kemasyarakatan seperti tidak punya nyali untuk turut mencarikan jalan ke luar dari bencana ini. Ada seniman yang jual tampang ke sana, tetapi hanya untuk menambah heboh. Penderitaan tidak semakin berkurang. Presiden pun pernah datang ke lokasi, tetapi hasilnya sami mawon. Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk bencana Lapindo ini? Perusahaan, pemerintah, atau tidak seorang pun?

Ada seorang pakar domestik mengatakan bahwa lumpur Lapindo dapat disumbat dengan biaya 50 juta dolar AS, tetapi responsnya hanyalah keheningan. Lalu masalah ganti rugi. Pengungsi di Pasar Baru Porong sudah lama minta ganti rugi sebesar Rp 250 miliar, tetapi selalu dijawab dana tidak ada, padahal kata koran dana itu melimpah. Jika demikian, apa sebenarnya yang berlaku?

Jawaban saya tinggal mengulangi pernyataan di atas: hati nurani sudah lama tidak berfungsi. Inilah pangkal dari segala kehitaman dan salah tingkah di negeri ini. Mumpungisme, mental menerabas, tak hirau dengan penderitaan rakyat kecil, semuanya berhulu dari kelumpuhan nurani. Untuk Lapindo, sahabat saya Salahuddin Wahid, sudah berteriak, tapi siapa yang mau mendengar? Bidal: “Masuk telinga kanan, ke luar telinga kiri” sudah sangat kuno. Yang modern adalah: “Masuk telinga kanan, ke luar telinga kanan.

” Masih berapa lama lagi wong cilik ini dibiarkan “bergantung tidak bertali, naik tidak berjenjang?” Kita telah mengusir penjajahan yang anti-wong cilik, tetapi politik itu kita langgengkan tanpa rasa dosa, tanpa rasa dusta. “Bangsa ini telah kehilangan karakter dan jati diri yang paling dasar,” begitulah saya simpulkan dari keprihatinan Jenderal Soemarno Soedarsono dari Yayasan Jati Diri Bangsa, seorang sahabat lain dalam kesepuhan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »